Navigasi Utama

Dijanjikan Pekerjaan, Dua Warga Aceh Utara Terlantar di Kutacane Bawa Bayi hingga Minta Dipulangkan

Dijanjikan Pekerjaan, Dua Warga Aceh Utara Terlantar di Kutacane Bawa Bayi hingga Minta Dipulangkan

ACEH TENGGARA – Nasib memprihatinkan dialami dua warga asal Kabupaten Aceh Utara, Nidarwati dan Halimatus Sakdiah. Keduanya terlantar di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, hingga terpaksa meminta-minta untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi semakin berat karena masing-masing membawa seorang bayi.

Setelah mendapat bantuan dan penanganan dari Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Tenggara, keduanya akhirnya difasilitasi untuk kembali ke daerah asal, Senin (31/8/2026).

Menurut keterangan Nidarwati dan Halimatus Sakdiah, awalnya mereka mendapat telepon dari seseorang yang mengaku bernama Nuraini. Dalam komunikasi tersebut, mereka dijanjikan pekerjaan di Kutacane.

Berbekal harapan mendapatkan pekerjaan, keduanya kemudian berangkat ke Aceh Tenggara. Namun, setibanya di Kutacane, mereka justru menginap di kawasan Jambu Alas.

Persoalan mulai muncul ketika nomor telepon Nuraini tidak lagi dapat dihubungi. Dalam kondisi tidak memiliki pekerjaan dan terkendala biaya untuk pulang, keduanya akhirnya bertahan hidup dengan meminta-minta.

Kondisi tersebut membuat keduanya merasa malu dan ingin segera kembali ke kampung halaman. Namun, keinginan untuk pulang terkendala biaya perjalanan.

Dalam kondisi tersebut, keduanya kemudian meminta bantuan kepada Abang- abang di pos jaga kantor Bupati, untuk membantu mencarikan solusi dan menghubungi pihak Dinas Sosial Aceh Tenggara.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti Dinsos Aceh Tenggara. Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, Bahagiawati, S.Pd., M.AP., mengatakan kedua warga tersebut kemudian ditempatkan sementara di Rumah Singgah Dinsos Aceh Tenggara.

“Keduanya saat ini sudah berada di Rumah Singgah Dinsos Agara,” kata Bahagiawati.

Diketahui, Nidarwati dan Halimatus Sakdiah masing-masing membawa seorang bayi. Setelah dilakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara, identitas dan daerah asal keduanya kemudian dipastikan.

Untuk mempermudah proses kepulangan, Dinsos Aceh Tenggara membiayai ongkos perjalanan keduanya menggunakan angkutan umum menuju Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara.

“Ini bentuk tanggung jawab kita. Warga yang terlantar harus kita bantu sampai ke daerah asalnya dengan aman,” ujar Bahagiawati.

Bahagiawati menjelaskan, Rumah Singgah Dinsos Aceh Tenggara berfungsi sebagai tempat transit dan perlindungan sementara bagi warga yang terlantar sebelum dipulangkan ke daerah asal melalui koordinasi dengan pemerintah daerah terkait.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun Dinas Sosial apabila menemukan warga yang terlantar dan membutuhkan bantuan.

“Jangan ragu lapor ke Dinsos atau pemerintah desa. Kita siap jemput dan bantu,” tegasnya.

Dengan difasilitasinya kepulangan tersebut, Nidarwati dan Halimatus Sakdiah bersama bayi mereka diharapkan dapat kembali ke Aceh Utara dengan aman dan berkumpul bersama keluarga.

Link berhasil disalin!
+